Malang — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang hingga Rabu (7/1/2026) telah menjangkau 302.913 jiwa atau sekitar 43 persen dari total target penerima manfaat yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) sebanyak 698.855 jiwa.
Sekretaris I Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, mengatakan masih terdapat 395.942 jiwa penerima manfaat yang belum terlayani dan menjadi fokus percepatan ke depan.
“Masih ada 395.942 jiwa yang belum terlayani, dan ini menjadi fokus percepatan kami ke depan,” ujar Mahila, Kamis (8/1/2026).
Mahila menjelaskan, penerima manfaat MBG meliputi pelajar dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Menurut Mahila, belum optimalnya jangkauan MBG disebabkan proses pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Malang yang masih berlangsung. Hingga saat ini, realisasi pendirian SPPG baru mencapai 151 unit dari target 233 SPPG yang ditetapkan BGN.
Dari jumlah tersebut, 124 SPPG telah beroperasi, sementara 27 SPPG masih dalam tahap persiapan operasional.
“Operasional MBG sangat bergantung pada kesiapan SPPG. Sebagian masih dalam tahap persiapan, sehingga belum semuanya bisa langsung melayani sasaran penerima,” jelas Mahila yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang.
Ia menambahkan, sejumlah SPPG masih melengkapi persyaratan administrasi, perizinan, serta standar kesehatan. Salah satu syarat utama yang belum sepenuhnya terpenuhi adalah Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Dari 151 SPPG yang telah berdiri, 70 SPPG telah memiliki SLHS, 66 SPPG masih menunggu penerbitan, dan 15 SPPG masih dalam proses pengurusan.
“SLHS menjadi syarat penting untuk menjamin keamanan, kesehatan, dan kualitas layanan MBG,” tegas Mahila.
Satgas Percepatan MBG Kabupaten Malang, lanjut Mahila, terus memperkuat koordinasi antarperangkat daerah serta menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pendirian SPPG dan penyelesaian penerbitan SLHS.
“Upaya ini kami lakukan agar jangkauan penerima manfaat Program MBG di Kabupaten Malang segera mencapai target yang telah ditetapkan BGN,” pungkasnya.
Sumber:
Berita ini disarikan dan diparafrase dari laporan JatimTimes.com, Kamis (8/1/2026).
