Surabaya — Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya menyatakan optimisme bahwa program Pesona Buaya dapat memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor usaha mikro dan kecil (UMK).
Menurut anggota dewan tersebut, langkah Pemerintah Kota Surabaya melalui Pesona Buaya — singkatan dari Pendampingan, Sinergi, dan Sosialisasi Perizinan Berusaha untuk UMK Surabaya — menunjukkan komitmen nyata dalam mempermudah akses perizinan usaha bagi pelaku UMK, sehingga hal ini diperkirakan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi di tingkat akar rumput. (Jatim Times)
Program yang diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama anggota DPRD Komisi B itu bukan sekadar seremonial, melainkan dirancang sebagai layanan jemput bola yang menghadirkan petugas langsung ke tengah masyarakat untuk mendampingi proses perizinan. Pendekatan ini dianggap lebih efektif dibandingkan sistem konvensional yang mengharuskan pelaku usaha datang ke kantor pemerintahan. (Jatim Times)
Dalam pelaksanaannya, Pesona Buaya memberikan pendampingan dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS.go.id, yang menjadi legalitas awal bagi usaha mikro sebagai pintu masuk ke program pembinaan, pembiayaan, dan akses pasar. Selain itu, pelaku UMK juga difasilitasi untuk mendapatkan sertifikasi halal gratis melalui Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI), sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing produk lokal. (Jatim Times)
Komisi B DPRD Surabaya menilai bahwa pendekatan layanan yang inklusif, langsung menjangkau pelaku usaha, dan mempermudah proses perizinan akan membantu UMK tidak hanya memperoleh legalitas secara lebih cepat, tetapi juga berpeluang berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian Surabaya.
Sumber : JatimTimes.com, Sabtu (10/1/2026).
