Jombang — Menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha 1447 H, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Jombang menggelar kegiatan Sinau Bareng Penyembelihan Hewan Qurban bekerja sama dengan Juru Sembelih Halal Indonesia (Juleha) Jombang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan para pengurus masjid serta relawan qurban agar proses penyembelihan hewan qurban berjalan sesuai syariat Islam dan standar halal.
Kegiatan seri pertama dilaksanakan pada Sabtu, (9/5) bertempat di Masjid Al Amin, Dusun Gamongan, Desa Pucangro, Gudo. Sementara seri kedua digelar hari ini, Ahad (10/5) di Masjid Al Hikmah, Perum Firdaus Mansion, Pulolor, Jombang.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan yang akan dilaksanakan di 8 kecamatan di Kabupaten Jombang sebagai langkah strategis DMI Jombang dalam menyambut Idul Adha sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia para muharik masjid dalam pengelolaan qurban.
Ketua PD DMI Kabupaten Jombang, Didin A. Sholahudin atau yang akrab disapa Gus Didin, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ikhtiar untuk meningkatkan kualitas pengelolaan ibadah qurban di masjid.
Menurutnya, pelaksanaan qurban tidak hanya soal tradisi tahunan, tetapi juga menyangkut aspek syariat, kebersihan, kesejahteraan hewan, serta standar halal yang harus dipahami oleh para panitia.
“Melalui kegiatan Sinau Bareng ini, kami ingin memastikan bahwa para takmir masjid dan panitia qurban memiliki pemahaman yang benar tentang tata cara penyembelihan hewan qurban sesuai syariat Islam dan standar halal. Masjid harus menjadi pusat edukasi umat, termasuk dalam praktik ibadah qurban yang benar dan profesional,” ujar Gus Didin.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara DMI dan komunitas Juleha menjadi langkah penting untuk membangun jejaring juru sembelih halal yang kompeten di setiap wilayah.
“Kami berharap di setiap kecamatan lahir para juru sembelih halal yang terlatih. Dengan begitu, pelaksanaan qurban di masjid-masjid semakin tertib, higienis, dan sesuai tuntunan syariat,” tambahnya.
Sementara itu, trainer dari Juleha Jombang, Irfan Rochani, ST, atau akrab dipanggil Cak Ipang menjelaskan bahwa dalam pelatihan ini peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga pemahaman praktis terkait teknik penyembelihan yang benar.
“Kami menjelaskan mulai dari persiapan penyembelihan, teknik merobohkan hewan, cara memotong yang sesuai syariat, hingga penanganan pasca sembelih agar daging tetap higienis dan berkualitas. Ini penting agar ibadah qurban benar-benar sah secara syariat sekaligus baik dari sisi kesehatan,” jelas Ipang.
Menurutnya, peningkatan kompetensi juru sembelih sangat dibutuhkan karena banyak panitia qurban yang selama ini belajar secara otodidak tanpa standar yang jelas.
Jika di Masjid Al Amin, ada 90 peserta yang ikut. Hari ini (10/5) 50 peserta turut serta dalam kegiatan Sinau Bareng di Masjid Al Hikmah. Respon positif disampaikan oleh Ketua Takmirnya, KH. Idham Khalid. Ia mengapresiasi kegiatan edukatif tersebut karena sangat bermanfaat bagi para pengurus masjid dan Masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada DMI Jombang dan Juleha yang telah memilih Masjid Al Hikmah Perum Firdaus Mansion Jombang sebagai lokasi kegiatan.
Pelatihan ini sangat penting karena memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang tata cara penyembelihan hewan qurban yang sesuai syariat,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut sehingga kualitas pelaksanaan ibadah qurban di masjid-masjid semakin baik setiap tahunnya.
Melalui program Sinau Bareng Penyembelihan Hewan Qurban ini, DMI Jombang menegaskan komitmennya untuk menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi umat dan penguatan kualitas praktik keagamaan di tengah masyarakat.
